Tertekan Dolar AS, Nilai Tukar Rupiah Tutup di Level Rp18.080
By Admin

Ilustrasi Rupiah
nusakini.com, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Mata uang nasional ini berada di level Rp18.080 per dolar AS atau turun 0,03 persen dari hari sebelumnya.
Pelemahan ini terjadi di tengah menguatnya indeks dolar AS di pasar global secara perlahan. Indeks yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam itu terpantau naik 0,39 persen ke posisi 101,939.
Bank Indonesia (BI) mencatat adanya peningkatan cadangan devisa nasional pada akhir Oktober 2026. Angka ketersediaan valuta asing tersebut naik menjadi 146,8 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengonfirmasi ketahanan devisa tersebut pada Jumat (6/11/2026). "Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," ujarnya.
Kenaikan cadangan devisa ini diduga kuat didorong oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Penerimaan pajak serta jasa juga turut berkontribusi di tengah langkah stabilisasi yang dilakukan bank sentral.
Dari sisi fiskal, risiko utang Indonesia masih menjadi sorotan para pengamat ekonomi secara luas. Kepala Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, mengingatkan adanya potensi penurunan peringkat utang bagi negara.
Ia menyoroti pentingnya menjaga rasio beban bunga terhadap penerimaan negara agar turun di bawah 15 persen. "Kalau ke depan, dalam dua tahun ke depan, itu tidak turun ke bawah 15%, ada potensi downgrade yang bisa dilakukan," kata Irman.
Dinamika pasar global juga memengaruhi pergerakan valuta asing menjelang akhir pekan ini. Aksi jual saham teknologi di Wall Street membuat investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman.
Para pelaku pasar kini sedang menantikan rilis data tenaga kerja AS malam ini. Informasi tersebut dinilai penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS ke depannya. (*)